Celana Sobek


Spread the love

Celana Sobek

Suatu hari, Aliong mengalami kecelakaan. Untungnya, kecelakaan itu tidak parah, dia hanya mengalami luka terkilir. Ketika membawa mobilnya yang rusak ke bengkel, tiba-tiba dia sadar bahwa rumah orangtuanya tidak jauh dari bengkel tersebut, dan karena sudah cukup lama tidak menjenguk mereka, dia pun mampir ke rumah orangtuanya.

Aliong mampir ke rumah orangtuanya dan menginap semalam. Keesokan harinya, saat akan pulang, dia melihat pakaian robeknya kemarin telah dijahit oleh ibunya. Aliong sedikit tersentuh dan kemudian bergumam – uangku banyak, nanti dibuang saja sesampainya di rumah.

Namun, karena terlalu sibuk dengan pekerjaannya, Aliong pun lupa sesampainya di rumah. Dia mengenakan pakaian yang ditambal ibunya itu dan pergi ke berbagai jamuan. Bahkan berhasil mencapai kesepakatan bisnis besar yang sudah lama ditunggu-tunggu.

Setelah sibuk sampai malam, tiba-tiba dia baru menyadari masih mengenakan pakaian yang ditambal ibunya, kemudian dia melepas pakaian itu dan dibuang ke tong sampah.

Keesokan paginya, bisnis yang dibicarakan kemarin secara resmi ditandatangani. Klien bertanya kepadanya, “Mengapa pakaian tambal yang Anda kenakan kemarin itu tidak dipakai lagi hari ini?”

“O..pakaian itu mau dicuci,” sahutnya tersenyum malu.

Klien besarnya itu menepuk pundaknya dan berkata, “Anda mungkin tidak tahu, kami menandatangani kontrak dengan Anda karena melihat tambalan pada pakaian yang Anda kenakan. Dari pakaian itu, kami dapat menilai bahwa Anda adalah orang yang sederhana dan pekerja keras. Bagi kami, sosok orang yang sederhana dan pekerja keras itu jelas merupakan mitra terbaik!”

Saat pulang ke rumah, Aliong mencari pakaian tambal itu dari tong sampah. Dia mencucinya dan digantung di sudut lemari yang tidak mencolok, siapa tahu nanti berguna, gumamnya.

Satu minggu berlalu, suatu pagi saat akan berangkat kerja, Aliong didatangi dua petugas polisi. Ternyata pada malam minggu lalu, salah satu kliennya diculik dan dihabisi. Kawanan penculik ditangkap malam itu juga. Selama interogasi, mereka mengaku bahwa mereka awalnya ingin menculik Aliong, jadi pagi ini, polisi menemui Aliong untuk mengingatkannya.

Sontak saja, Aliong tercengang mendengarnya dan bertanya kepada polisi, “Lalu mengapa mereka akhirnya tidak menculikku ?”

“Karena mereka melihat Anda mengenakan pakaian yang ditambal, lalu menduga Anda tidak sekaya yang dibayangkan, mereka berpikir tidak mungkin seorang pengusaha kaya memakai pakaian yang ditambal,” kata polisi.

Perasaan Aliong bergejolak tak menentu setelah mendengar keterangan polisi, tak disangka tambalan yang tak terduga itu telah menyelamatkan nyawanya. Setelah petugas polisi pergi, Aliong segera mengambil pakaianitu, dia mengelus jahitan di pakaiannya sambil membayangkan wajah ibunya, dan tanpa bisa ditahan dia pun menangis seperti anak kecil.

Kasih ibu itu bagaikan tetesan air mata, meski tak bersuara, tetapi bisa meresap sampai ke relung hati yang kering; dia biasa-biasa saja, tetapi mengandung sebuah keagungan yang luar biasa !

Terkadang, ibu adalah setetes obat yang mujarab. Dapat menyelamatkan jiwa orang yang kritis ;

Terkadang, kasih ibu bagaikan seberkas cahaya penuntun di lautan kehidupan.

Menuntun kita keluar dari kegelapan, mengikuti cahaya terang.

Siapa yang bisa mengukur dan benar-benar bisa membalas jasa dari kasih ibu yang mulia ini ?

Jadilah anak yang berbakti, sering-seringlah pulang menjenguk kedua orangtuamu !

Apakah Anda menyukai artikel ini?

Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda!

Terimakasih.


Spread the love

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

18 − nine =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.